Categories
Default

5 Imunisasi Untuk Anak SD Yang Bisa Diberikan

Sudahkah anak-anak diimunisasi sejak bayi? Apakah pemberian imunisasi sudah lengkap? Pemerintah memalui dinas kesehatan menghimbau adanya imunisasi wajib yang diberikan kepada usia bayi hingga balita dan berlanjut diulang untuk diberikan imunisasi untuk anak SD.

Pelaksanaan imunisasi biasanya dilakukan oleh puskesmas setempat yang nantinya akan disosialisasikan dan diberikan imunisasi ke sekolah-sekolah terdekat. Fungsi dari pelaksanaan imunisasi berkelanjutan ini untuk memotong mata rantai pencegahan virus dan bakteri sejak dini.

1. Tetanus

Pada anak SD diberikannya vaksin tetanus untuk mencegah bakteri clostridium tetani yang menyebabkan infeksi. Bakteri tetanus tersebut menghasilkan racun dan menjadi penyebab otot kaku. Saat masih bayi, imunisasi ini diberikan di usia 18 hingga 24 bulan. Kemudian imunisasi tetanus diberikan lagi pada saat anak berada di kelas 2 SD. 

Pemberian tetanus ini memberikan kekebalan untuk anak dalam jangka waktu 10 tahun sejak diberikan imunisasi. Jika diberikan kembali maka kekebalan tubuh anak untuk 20 tahun yang akan datang.

2. Difteri Tetanus (DT)

Imunisasi Difteri Tetanus (DT) ini bisa melindungi anak dari penyakit gagal nafas. Kenapa? Karena bakteri corynebacterium diphtheria ini merupakan bakteri yang menyebabkan infeksi saluran nafas. Saat anak waktu bayi, imusasi DT ini sudah diberikan kemudian diulang kembali bersamaan waktunya dengan imunisasi campak yaitu saat kelas 1 SD. Faktor terjadinya imunisasi DT diulang kembali karena masih dijumpai kasus anak yang dibawah umur 10 tahun terkena campak.
Pemyakit campak ini sangat berbahaya karena jika kekebalan anak sangat rentan maka bisa mengakibatkan terkena infeksi paru-paru (pneumonia) dan dan infeksi otak (insefalitis).

3. Campak

Berdasarkan penelitian dan kenyataan yang terjadi yaitu sekitar 30% lebih direntang usia anak umur 5-7 tahun ada yang menderita campak. Padahal sewaktu bayi sudah diberikan imunisasi campak. Jika sistem kekebalan tubuh anak belum terbentuk maka campak akan mudah menyerang kembali. Oleh sebab itu, Ikatan Dokter Indonesia memberikan himbauan untuk diwajibkan imunisasi campak diulang kembali pada waktu kelas 1 SD. Jadi saat anak sudah memasuki usia kelas 1 SD, anak akan mendapatkan imunisasi campak yang dilaksanakan di sekolah.

4. Influenza

Pemberian imunisasi Untuk anak SD yaitu berupa vaksin influenza. Adanya vaksin influenza akan menambah kekebalan tubuh terhadap seseorang untuk terhindar dari virus influenza. Pada saat virus flu menyerang tubuh dan kondisi tubuh dalam keadaan tidak bugar. Maka jika virus flu menyerang akan terjadi demam, flu berat, bersin, nyeri otot, sakit tenggorokan, batuk, pilek bahkan badan terasa sangat lemah.

Pentingnya imunisasi influenza ini membantu tubuh untuk tidak mudah terserang virus influenza. Vaksin ini bisa direkomendasikan untuk usia 6 bulan ke atas. Selanjutnya jika ingin memberikan vaksin influenza sebaiknya untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.

5.Meningitis

Vaksin meningitis ini diberikan awal kepada anak dengan usia 11-12 tahun. Kenapa perlu diberikan vaksin meningitis? Karena vaksin ini bisa mencegah peradangan pada selaput otak dan tulang belakang. Meningitis sendiri merupakan bakteri yang berbahaya jika menyerang antibodi tubuh manusia. Saat tidak ada kekebalan terhadap tubuh, meningitis akan menyerang hingga menyebabkan kematian.

Vaksin ini sering direkomendasikan untuk orang yang pergi haji dan umroh. Jika melakukan perjalanan ke negara yang endemik juga dibutuhkan vaksin meningitis. Bagi orang yang mengalami masalah pada kekebalan tubuh, maka diberikan vaksin meningitis. Anak-anak yang berusia 2 bulan hingga 10 tahun yang mau memang rentan dan beresiko terhadap meningitis.

Dengan adanya program imunisasi untuk anak SD. Maka sejak dini sudah diantisipasi bagaimana mencegah virus dan bakteri saat menyerang tubuh. Berikan imunisasi kepada anak-anak terutama pada usia SD agar tubuh anak memiliki antibodi dalam melawan virus dan bakteri yang tersebar dimanapun.