Categories
Default

Pendidikan Anak Autisme Melalui Terapi DTT

Anak adalah anugrah yang diturunkan oleh tuhankepada setiap manusia. Setiap pasangan yang menikah pasti menginginkan anak yang sehat, cerdas, dan baik rupanya. Namun, bagaimana jika ternyata keinginan tersebut tidak didapatkan dengan sempurna. Misalnya, anak yang lahir dengan keadaan autis. Pendidikan anak autisme melalui terapi DTT bisa menjadi metode tepat untuk diterapkan.

DTT ( Discrate Trial Training) adalah salah atu metode pas yang dapat diterapkan orang tua dalam mendidik anak autis agar tumbuh menjadi anak yang cemerlang dan berbakat. Tentu saja teknik yang dilakukan berbeda dengan pendidikan anak-anak normal lainnya, intinya pendidikan anak autis melalui terapi DTT, menuntut orang tua melatih kesabaran.

1. Dapat Membantu Mengajarkan Keterampilan Hal-Hal Yang Kecil

Konsep pendidikan metode interaktif melalui Discrete Trial Training memudahkan orang tua untuk mengajarkan keterampilan kepada anak autis dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Seperti cara makan yang benar, duduk ditempat, dan berinteraksi kepada orang lain. Walaupun nantinya akan mengalami banyak kesulitan, akan tetapi jika dilakukan dengan rutin akan menuai manfaat.

2. Belajar Mengenali Orang-Orang Disekitarnya

Metode pembelajaran DTT atau Discrate Trial Training sangat membantu orang tua untuk memberikan pengertian kepada anaknya yang autis dalam mengenali orang-orang disekitarnya. Karena karakter anak autis yang sangat hiper aktif, maka orang tua harus sabar dalam menghadapi karakternya tersebut. Dimana, selalu mengawasi setiap tingkah laku serta hal apapun yang dilakukannya.

3. Membantu Mengajarkan Pentingnya Bahaya Dan Keselamatan

Karena kepribadian yang selalu tertawa terkekeh-kekeh dan tidak pernah sesuai dengan apa yang diinginkan dimaksud olehnya. Inilah yang menyebabkan banyak anak autis tidak memahami betapa pentingnya bahaya disekitardan bagaimana cara menyelematkan diri dari bahaya tersebut. DTT membantu orang tua memberikan bimbingan khusus secara intensif agar anak autis mengetahui hal-hal ini.

4. Memberi Bimbingan Agar Tidak Menghindari Kontak Mata

Selain memiliki ketidak seimbangan untuk sulit bermain dengan anak-anak normal lainnya dan lebih sering sendirian agar tidak berhubungan dengan orang lain disekitarnya, maka hal ini yang menyebabkan anak autis selalu menghindari kontak mata saat bicara dengan orang lain. Sehingga, kasih sayang dari orang tua sangat diperhatikan bagi perkembangan anak autisme.

5. Setia Mendampingi Anak Menjalani Okupasi

Terapi okupasi adalah terapi yang dapat memberikan pendampingan secara intensif kepada anak autis untk melatih sensorik anak agar dapat terintegrasi untuk mengatasi secara hipersensitifitas pada anak autis terhadap suara disekitar, sentuhan, dan cahaya. Semua ini dilakukan agar sistem motorik pada anak autis dapat berjalan perlahan-lahan normal seperti anak-anak lainnya.

6. Selalu Memberikan Stimulus Aktif Setiap Hari

Hal yang sangat penting dalam mengatur pola tingkah laku anak autisme adalah senantiasa memberikan stimulus aktif disetiap harinya agar anak selalu merasa terangsang dan tertarik dengan stimulus yang diberikan. Sehingga, anak tidak hanya sibuk dalam dunianya sendiri dan dapat bergaul bersama lingkungan disekitarnya. Jika anak memberi respon maka stimulus berhasil.

7. Jangan Berhenti Mengajaknya Untuk Berbicara

Dikarenakan keingintahuannya yang sangat tinggi terhadap lingkungan sekitar, hal ini mendorong karakter anak autis menjadi pribadi yang selalu berbicara dalam kondisi apapun. Oleh karena itu, pada konsep pembelajaran DTT, orang tua sangat dituntut untuk selalu tidak bosan mengajak anak berbicara dan menjawab setiap pertanyaan anaknya. Tentu hal-hal positif dan bermanfaat.
Jadi, sebagai orang tua, jangan menyesali perbedaan sifat dan kepribadian anak yang telah tuhan titipkan didalam hidup ini. Walaupun memiliki ciri-ciri yang berbeda, namun, semua anak sama hanya tingkat kesempurnaan yang berbeda. Karena anak adalah hadiah luarbiasa yang tidak ternilai harganya. Itulah pendidikan anak autisme melalui terapi DTT. semoga bermanfaat!

Categories
Default

Ingin Tampil Keren, Miliki Fashion Item Korea Selatan Ini

Style fashion dari Korea cukup diminati oleh kalangan pemuda di Indonesia. Baik perempuan atau laki-laki sama-sama berkiblat pada style Korea khususnya Korea Selatan. Pada dasarnya ciri khas dari fashion Korea adalah simple atau minimalis. Tak heran jika banyak yang cocok dengan gaya ini. Untuk para pemuda ada beberapa fashion item pria Korea Selatan yang wajib dicoba dan dimiliki, jika memang mengaku penggemar fashion Korea.

1. Celana Cropped

Untuk bisa terlihat seperi pria Korea Selatan item pertama yang wajib dikenakan adalah celana cropped. Celana panjang ini merupakan salah satu item fashion yang menjadi andalan para pira Korea. Model yang dipakai adalah cigarette cut. Ada yang sering keliru menggunakan celana panjang model skinny. Celana dengan model cigarette cut lebih casual dan sangat cocok jika dipadukan dengan sneakers warna hitam atau putih.

Model celana ini memang sangat pas dan cocok bagi yang suka dengan tampilan the basics. Terlihat santai dan tentunya tidak ribet. The basics bisa membuat orang terlihat trendy dan fresh sepanjang hari.

2. Kemeja Motif Garis

Fashion item pria Korea Selatan selanjutnya adalah kemeja dengan motif garis. Salah satu fashion item yang tergolong awet dan bisa dipakai dengan tren fashion apa saja. Biasanya kemeja garis yang menjadi andalan style Korea adalah kemeja garis dengan warna putih, hitam atau abu-abu. Ketiga warna yang bisa membuat pria terlihat minimalis tampilannya.

Jika biasanya kemeja identik dengan sesuatu yang formal, dengan style Korea kemeja akan menjadi outfit santai yang cocok untuk dipakai saat hangout bersama teman. Memadukan kemeja motif garis ini dengan celana pendek misalnya, serta ditunjang dengan menggunakan sneakers yang sesuai dengan warna baju serta celana yang sudah dipilih.

3. Weatshirt

Selain kemeja dengan motif garis ada juga weatshirt yang biasa digunakan untuk menghangatkan badan. Weatshirt yang cocok untuk menampilkan style pria Korea harus polos atau tidak memiliki banyak ornamen.

Item yang satu ini tentunya cocok digunakan di musim dingin atau musim penghujan. Jadi meski hujan penampilan tetap bisa terlihat fresh keren.

4. Boxy Fit T-shirt

Fashion item yang satu ini adalah kaos atau t-shirt dengan lengan yang sedikit oversize. Item ini membuat pemakainya terlihat minimalis dan sangat cocok untuk dikenakan saat hang out. Agar tidak terlihat aneh lebih baik hindari celana dengan potongan lebar atau loose. Lebih baik gunakan chino pant atau celana cropped.

5. Suit

Konsep fashion Korea yang selalu menonjolkan kesan minimalis atau antiribet juga berlaku pada setelan suit. Jika melihat dalam drama atau film Korea, tentu suit yang dikenakan aktor dalam film tersebut selalu terlihat clean.

Penggunaan suit sendiri bagi pria Korea tidak meluu dipadukan dengan item yang formal, justru atasan putih yang sederhana atau sedikit loose menjadi pasangan pas untuk suit yang dikenakan. Untuk lebih menunjang penampilan, padukan dengan casual sneakers. Suit pun bisa menjadi outfit santai untuk hangout tak melulu untuk pesta besar dan sejenisnya.

Para pria di Korea patut diacungi jempol untuk urusan memanfaatkan outfit sederhana sehingga menciptakan gaya effortless namun tetap keren dan nyaman dikenakan sehari-hari. Pantas saja muda-mudi Indonesia pun tertarik untuk mengadopsi style fashion tersebut. Nah, jangan sampai lupa membeli fashion item di atas ya agar bisa terlihat seperti pria-pria yang ada di film atau drama Korea.

Categories
Default

5 Prinsip Cara Sukses Memenuhi Gizi Anak Usia Dini

Punya anak yang sehat adalah suatu hal yang harus disyukuri. Apalagi bila anak mengalami tumbuh kembang yang baik. Demi mewujudkannya kita harus mampu memenuhi kecukupan gizinya, terutama kecukupan gizi anak usia dini. Sebab pada masa tersebut merupakan golden age petumbuhan dan perkembangan anak. Berikut ini adalah 5 prinsip sukses cara memenuhinya.

1.      Ketahui Kebutuhan Gizi Anak Setiap Tahapannya

Hal paling dasar yang harus diketahui oleh orang tua adalah kebutuhan gizi anak pada setiap tahapannya. Mulai dari usia 0-6 bulan pertama, 6-12 bulan, 1 sampai 2 tahun, hingga 2-5 tahun. Setiap masa memiliki kebutuhan nutrisi yang berrbeda-beda kadarnya dan cara pemenuhannya. Ini adalah pengetahuan wajib bagi setiap orang tua.

Misalnya saja pada usia 0-6 bulan, bayi membutuhkan segala macam nutrisi mulai dari protein, karbohidrat, lemak, dan kandungan mineral vitamin lainnya. Umumnya pemberiannya melaui ASI. Lalu pada 6-12 bulan kadarnya sudah mulai lebih tinggi, sehingga pemberian melalui ASI saja tidak cukup.

Pengetahuan semacam ini bisa didapatkan dari berbagai sumber mulai dari Buku Kesehatan Ibu dan Anak yang biasanya didapat dari Posyandu, ataupun buku-buku populer yang ditulis oleh pakar kesehatan anak, bahkan di internet. Sebagai orang tua sebaiknya kita tidak malas untuk mencai tahu demi kesehatan dna pertumbuhan anak kita.

2.      Rencanakan Menu Diet Anak Secara Berkala

Setelah mengetahui kebutuhan gizi anak usia dini pada setiap tahapan, berikutnya adalah rencanakan pemberian makanan anak kita. Ini hal mendasar yang seringkali jarnag dilakukan sehingga seringkali berjalan alamiah. Dampaknya asupan gizi anak kita tidak seimbang dan menimbulkan masalah di kemudian hari.

Biasanya yang paling mudah dilakukan orang tua adalah memberikan anak-anak yang sudah disukai. Padahal makanan yang disukai kandungannya kurang lengkap. Apalagi ditambah anak tidak dilatih dengan variasi makanan akhirnya asupannya kurang seimbang. Dampaknya juga pada kesehatan anak.

Misalnya makanan yang disuka adalah nasi goreng yang kaya akan karbohidrat, namun kurang mengandung protein. Tidak dilatih makan buah dan sayur serta makanan berprotein yang lain. Dalam jangka waktu lama anak akan terlalu banyak asupan kabohidrat menjadi lemak dan terjadilah obesitas. Dengan merencanakan kita bisa mengoptimalkan kandungan gizi anak.

3.      Berikan Dengan Konsisten

Memenhi kecukupan gizi anak usia dini selain direncanakan juga harus dilakukan secara konsisten. Sebab kebutuhan energi dan pembentukan sel baru untuk pertumbuhan berlangsung tiap hari pada masa-masa emas itu. Sehingga sebagai orang tua juga harus konsisten memberikannya.

Sebagai orang tua seringkali kita juga memiliki pekerjaan lain selain mengasuh anak kita. Itu boleh saja dilakukan asalkan benar-benar diatur agar pemberian nutrisi pada anak usia dini juga bisa tepenuhi juga. Sebab kesempatan waktu golden age itu tidak akan mereka ulangi dua kali dalam hidupnya.

4.      Sabar Dengan Dinamika

Hal yang harus disediakan secara melimpah oleh orang tua saat berjuang memenuhi gizi anak usia dini adalah kesabaran. Sebab melakukannya pasti akan menghadapi dinamika yang tidak sedikit. Apalagi orang tua seringkali juga mengerjakan hal lain seperti pekerjaan mencari uang maupun mengurus rumah tangga.

Terkadang anak tidak mau makan, melakukan gerakat tutp mulut (GTM), anak memilih-milih makanan, anak tidak lahap, dan banyak jenis hambatan lainnya. Jangan putus asa terhadapnya. Sebab berjalannya watu dengan konsisten dan kesabaran anak juga akan belajar dan memahami apa yang seharusnya ia lakukan.

Ingat tidak semua orang diberi kesempatan memiliki dan mengasuh anak. jadi manfaatkan sebaik mungkin karunia anak yang diberikan kepada kita.

5.      Bekerjasama dengan Pasangan dan Keluarga

Prinisp terakhir yang juga tidak kalah penting adalah bekerjasamalah dengan pasangan dan keluarga. Bekerjasamalah dengan pasangan dalam merawat anak dan memenuhi kecukupan gizinya. Lakukan pembagian tugas sesuai dengan keperluan anak dan juga kesanggupan masing-masing. Pastikan anak endapatkan perhatian yang cukup.

Itulah 5 prinsip berhasil mencukupi gizi anak usia dini yang bisa dibagikan. Keberhasilan memenuhi kebutuhan gizinya, membesakan dan mendidiknya suatu saat akan memberikan kepuasan dan rasa bangga kelak ketika mereka dewasa. Selamat menjadi orang tua.

Categories
Default

Anak Susah Makan? Ini 7 Cara Meningkatkan Nafsu Makan Anak

Seorang anak butuh nutrisi dan gizi yang seimbang dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya. Kebutuhan tersebut tentu lebih banyak berasal dari apa yang dimakan anak. Namun, jika anak terkendala susah makan tentu orangtua akan merasa bingung dan panik. Cobalah untuk mencari cara  cara meningkatkan nafsu makan anak.

1. Kenali Penyebab Anak Susah Makan

Anak-anak tentu punya selera saat diberi makanan. mulai dari rasa, tekstur dan tampilan. Jika tampilan makanan sudah nenarik namun masih menolak artinya coba memulai koreksi dari rasa. Kenali apa yang anak anak sukai. ,misal anak lebih suka dengan rasa gurih, gunakan keju dalam makanan atau mentega. Jika anak tidak mau makan saat diberi makanan yang padat, coba ganti dengan tekstur yang lebih lembut. Lakukan berulang agar benar-benar memahami apa yang anak mau.

2. Sediakan Makanan Bergizi

Sangat penting saat memberikan makanan kepada anak adalah dengan memperhatikan makanan yang bergizi. Biasanya anak-anak kurang suka dengan sayuran. Untuk itu orangtua perlu strategi yang jitu dalam penyajian makanan dengan sayuran. Coba untuk membuat sup yang lezat, atau sayuran dihias di atas bubur padat. Atau bisa juga dipotong kecil-kecil dan dijadikan bubur tim. selain sayur, terkadang ada anak yang tidak suka buah. Coba sajikan buah dengan jus. Dengan menyajikan makanan bergizi maka terpenuhi kebutuhan nutrisinya

3. Sajikan Menu yang Bervariasi dan Menyenangkan

Menu yang beragam dan berbeda saat makan akan membuat anak lebih bersemangat. Misalnya, nasi dengan sayur dan ikan fillet. Atau bubur tim sayur dengan perkedel. Jangan lupa untuk menyempurnakan dengan tambahan minuman seperti susu. Berikan pula buah pada anak untuk memenuhi kebutuhan vitamin tubuhnya.

4. Atur Jam Makan Secara Bertahap

Biasanya jam makan anak susah untuk diatur. Apalagi bagi anak yang susah makan. Cara meningkatkan nafsu makan anak adalah dengan member makan secara bertahap dan dengan porsi yang sedikit tapi konsisten. Atur jam makan disesuaikan dengan kegiatan anak. jangan sampai memberi makan saat anak hendak tidur. Beri makanan untuk anak saat kondisi perut anak mulai kosong setelah beraktivitas, dengan begitu bisa memicu anak untuk meningkatkan nafsu makan anak.

5. Beri Camilan Sehat

Sajikan camilan sehat. Buat sendiri camilan buat anak disela waktu aktivitasnya. Misal, crispy brokoli, kentang goreng, atau bisa juga membuat salad buah, kue dan sebagainya. Jadi salah satu nutrisi jika kurang makan bisa juga dipenuhi dari camilah. Tapi harus diingat bahwa camilan hanya pendamping untuk anak. tentu yang utama anak-anak harus makan makanan pokok.

6. Ajak Makan di Tempat yang Nyaman

Biasanya dalam tradisi, makan itu harus duduk di kursi dan depan meja makan. Jika memang kondisi tersebut tidak membuat anak nyaman, maka ajaklah makan di tempat terbuka, misal halaman rumah. Dudukkan anak dengan nyaman kemudian bantu anak untuk menyuapkan makanan ke dalam mulut. Jika anak mulai ingin mencoba makan sendiri, maka biarkan anak mencobanya. Dengan melakukan sendiri anak akan lebih bersemangat untuk makan.

7. Lakukan Aktivitas yang Menguras Energi

Lakukan aktivitas di luar rumah atau di ruangan yang membuat energi anak terkuras habis. Misal, bermain kejar-kejaran, main bola, pindah tempat dan aktivitas lain. Jika anak sudah mulai terkuras energinya biasanya anak akan merasakan lapar Saat anak lapar itulah waktu yang tepat untuk makan. Saat makanan disediakan, langsung dilahap habis.

Ternyata cara meningkatkan nafsu makan anak sangat mudah dilakukan. Dengan dilakukan secara konsisten maka cara tersebut akan efektif mengatasi masalah anak yang susah untuk makan. Tanpa harus memberi obat penambah nafsu makan.

Categories
Default

Perhatikan 7 Hal Ini Dalam Tahapan MPASI Menurut WHO

Anak adalah unegrah Tuhan dan sumber kebahagiaan bagi orangtua. Saat masih berumur 0 bulan hingga 2 tahun seorang anak sangat membutuhkan ASI ( Air Susu Ibu). Pada waktu umurnya mencapai 6 bulan, artinya anak diperbolehkan untuk mulai makan. Ada 7 tahapan MPASI menurut WHO.

1. Berikan ASI hingga 2 Tahun dan Mulai MPASI saat 6 Bulan

ASI (Air Susu Ibu) wajib diberikan kepada bayi mulai dari lahir hingga umur 2 tahun. ASI begitu kaya akan manfaat. Selain merupakan gizi dan nutrisi alami, memberikan ASI akan membentuk imunitas alami bagi tubuh bayi. Dan membentuk sistem kekebalan tubuh. Dengan pemberian ASI, bisa meningkatkan bounding antara Ibu dan Anak. Tercukupnya kebutuhan akan ASI maka bayi akan semakin sehat. Setelah umur 6 bulan, maka saatnya bayi untuk memulai makan, yang disebut MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu). Semakin bayi bertumbuh tentu semakin besar kebutuhan akan gizi dan makan. Itulah kenapa dibutuhkan makanan pendamping.

2. Atur Frekuensi Pemberian Makanan

Untuk mengenalkan makanan pada bayi tentu harus paham kapan diberi makan. Saat bayi mulai MPASI. Maka biarkan bayi untuk lapar dan sebelumnya jangan berikan ASI. Frekuensi ini diberikan juga bertahap, awalnya sedikit saja. Atur sesuai jam makan orang dewasa juga tidak masalah, asalkan jangan sampai pas bayi akan tidur, atau saat jam tidurnya. Boleh diberikan snack atau buah jika si bayi sudah berumur 9 bulan ke atas. Frekuensi makan yang sering dan sedikit lebih baik daripada sekali saja makan dan porsi banyak.

3. Jumlah Takaran MPASI yang diberikan

Dalam takaran pada MPASI perlu diperhatikan tentang jumlah kalori yang akan diberikan kepada anak.  pada usia 6-8 bulan hanya 200 kkal/hari. Untuk anak usia 9-11 bulan mulai meningkat yaitu 300 kkal/hari. Dan mulai ditingkatkan lagi menjadi 55o kkal/hari bagi usia 12-23 bulan.

4. Kenalkan Tekstur pada Anak

Tahapan MPASI menurut WHO salah satunya dengan mengenalkan tekstur pada anak. Umur 6-12 bulan biasanya makanan dengan tekstur lembut seperti bubur,buah yang dilunakkan, sayuran yang diblender. Setelah mengenal tekstur makanan lembut kemudian berikan makanan padat. Seperti nasi tim, buah dengan potongan kecil. Semakin bertambah usia semakin pintar juga bayi dalam mengunyah makanan. Setelah mengenalkan tekstur akhirnya anak bisa makan makanan padat.

5. Perhatikan Jenis dengan Melihat Kandungan Gizi

Jenis makanan yang diberikan kepada bayi harus beragam dan memperhatikan kandungan gizinya. Semakin anak bertumbuh besar semakin besar pula kebutuhan akan makan. Jenis makanan juga harus memperhatikan tingkat usia bayi. Seperti kaldu ayam, telur, daging dan ikan sangat baik diberikan kepada anak. Serta berikan buah dan sayur untuk kebutuhan serat dan vitamin

6. Active dan Responsive Feeding

Seorang Ibu harus aktif memberikan makan pada anak dengan melihat respon anak saat diberi makan. Saat ibu langsung memberikan makanan kepada anak, perhatikan reaksi anak. apakah lahap saat makan. Jika hanya sedikit makan, maka berikan lagi beberapa jam setelahnya. Itulah yang  disebut dengan responsive feeding.

7. Kebersihan dan Keamanan Saat Makan

Kebersihan akan persiapan memasak serta saat mengolah makanan harus diperhatikan dengan baik. Harus selalu cuci tangan saat akan memberikan makan ,  menyimpan makanan yang bersih dan aman. Saat memberikan makanan harus dilihat aroma makanan dan warna.

Dengan memperhatikan tahapan MPASi menurut WHO maka menjadi panduan orangtua untuk memulai memberikan anak makanan pendamping ASI. Sehingga tumbuh kembang anak menjadi lebih baik dan sehat.